Film Sang Pemimpi

Lanjutan film Laskar Pelangi yang menuai sukses beberapa waktu lalu akan segera dirilis. Sekuel bertitle Sang Pemimpi akan ditayangkan mulai Kamis, 17 Desember 2009. Sejak hari Sabtu kemarin (12/12) beberapa bioskop 21 juga telah membuka tiket boxnya untuk pemutaran tanggal 17-20 Desember.

Berikut ini  reviewnya diambil dari Kompas Entertaiment.

“Kalau kita tak punya mimpi, orang-orang seperti kita akan mati, Kal!”

Manggar 1985. Ucapan itu terlontar dari seorang anak yatim piatu dari kampung miskin di Belitong, Kepulauan Bangka Belitung, sana. Arai (Ahmad Syafullah), anak remaja itu, adalah anak istimewa. Dialah sang pemimpi. Ketika kemiskinan menjadi napas kehidupannya, tekad Arai tak pernah redup. Ia menjadi cahaya, ketika Ikal saudara angkat yang juga sahabat barunya, kehilangan mimpi, tatkala dibenturkan pada peristiwa-peristiwa nyata: kemiskinan.

Tapi itulah hebatnya Arai. Ia selalu punya mimpi yang menggelora dan tak terbendung. Ya, mimpi seorang anak Belitong, yang bercita-cita menginjakkan kakinya di kota ilmu. Sorbonne, Perancis.

Kota inilah yang terus menari-nari dalam benak mereka, menyalakan semangat Arai dan juga Ikal.

Tapi lihatlah kini. Impian itu seolah jadi bualan bagi Ikal dewasa (Lukman Sardi). Kalender menunjukkan tahun 1999.  Ikal malah terdampar di sebuah rumah kosan sempit, di kawasan kampung yang padat di Bogor, Jawa Barat. Ia menjalani hari-harinya  seorang diri. Tak ada Arai juga mimpi-mimpi itu.

Selepas lulus menjadi sarjana ekonomi di UI, Ikal malah terperosok menjadi pegawai di kantor pos. Padahal, inilah pekerjaan yang sangat dibencinya.

Peristiwa masa lalu yang menyakitkan, melahirkan kebencian itu. Ayahnya, Seman Saidi Harun (Mathias Muchus), dipromosikan untuk naik jabatan, setelah belasan tahun mengabdi di PN Timah. Kabar itu begitu menggembirakan Ikal dan ibunya (Rieke Dyah Pitaloka).

Pada sebuah hari yang dinanti itu, semua pegawai yang mendapatkan promosi jabatan berkumpul di ruang pertemuan. Menerima surat yang telah dikirim melalui kantor pos. Ikal hadir menemani ayahnya.
Satu per satu nama mereka disebut sesuai urutan abjad.

Sial, hingga abjad terakhir nama Saidi tak disebut-sebut. Saidi kecewa dan perasaan Ikal begitu terluka. Belakangan diketahui ternyata surat promosi pengangkatan ayahnya itu nyasar ke alamat orang.

Kisah inilah yang kembali menggelitik ingatan Ikal dewasa. Sebuah kenangan lama kembali muncul di ruang kamar kosannya yang lusuh. Ia mengumpat Arai yang terlalu membuainya dengan mimpi-mimpi dan kini dia malah hilang entah ke mana. Tapi di balik itu, Ikal begitu mengaguminya.

Ingatannya meloncat mengenang kembali pertemuan pertamanya dengan Arai dan Jimbron. Mereka tumbuh bersama menjalani masa remaja—yang kata Raja Dangdut Rhoma Irama—begitu berapi-api.

Menjalani hari-hari sebagai siswa SMA Negeri di Manggar, ibu kota Belitung Timur. Selepas itu, mereka bekerja demi mengumpulkan uang untuk bekal sekolah ke Jakarta, kemudian menggapai mimpi mereka bersekolah di Sorbonne. Bagi Ikal, masa inilah yang menjadi tonggak hidupnya. Ia bersyukur dipertemukan dua sahabat yang luar biasa, terlebih Arai.

Di mata Ikal, Arai adalah anak yang tangguh. Meski kadang suka bikin ulah, ia adalah sosok pribadi yang menyenangkan. Ia bisa menyulap sesuatu yang busuk menjadi lebih menyenangkan.

Di Manggar, kisah itu terasa begitu indah. Perjalanan menuju masa remaja menjadi  hidup yang menyenangkan. Ada cinta, persahabatan, petualangan juga proses pencarian jati diri.

Deretan kisah inilah yang menjadi benang merah dari film Sang Pemimpi, sekuel dari film Laskar Pelangi yang kisahnya diangkat dari novel karya Andrea Hirata dan difilmkan kembali oleh sutradara Riri Riza.

Jika di film sebelumnya, Laskar Pelangi menyisipkan kisah cinta monyet Ikal, kali ini bumbu asmara itu ditempatkan pada tokoh Arai. Ia terpikat teman wanita sekelasnya, Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda). Atau juga, kisah Jimbron yang jatuh hati pada Nurmi, gadis pembuat cingcau, yang kehilangan keceriaannya setelah menjadi yatim piatu. Sementara Ikal terpesona dengan bintang film seksi dari sebuah baliho yang bakal diputar di bioskop Manggar.

Sang Pemimpi, film yang menandainya hajatan Jakarta International Film Festival (JIFFest) 2009, juga menyisipkan sebuah pesan moral yang dalam tentang kerukunan dan tolerasi beragama.
Gambaran inilah kuat tecermin dalam adegan saat pendeta Geovanny, orang tua asuh Jimbron, menginginkan Jimbron menjalani keyakinannya sebagai anak Muslim yang taat. Pendeta Geovanny-lah yang mengantar Jimbron saat belajar ngaji di di bawah bimbingan Teikong Hamim.

Sungguh kisah yang dahsyat. Salman Aristo kembali dipercaya meramu novel Andrea Hirata, dibantu Riri dan Mira. Arai menjadi tokoh sentral. Meski, banyak tokoh lainnya yang juga diberi porsi yang begitu menonjol. Mereka adalah orang-orang yang memberi energi terhadap tokoh Arai dan Ikal.

Mathias Muchus, yang memerankan ayah Ikal, mendapat takaran lumayan besar. Ini untuk memberi penekan bahwa di balik kesuksesan Ikal, ada sosok ayah yang begitu gigih menjadikan anaknya tangguh dan menghargai hidup. Akting Mathias Muchus benar-benar memberi energi pada film Sang Pemimpi.

Acungan jempol juga pantas diberikan kepada penyair dan aktor Landung Simatupang. Aktingnya begitu mumpuni kala memerankan tokoh Pak Mustar, kepala sekolah yang berwibawa, tegas, meski terkesan sangar dan killer. Begitu pula dengan Nugie, penyanyi yang dipercaya memerankan tokoh guru bernama Balia.

Ariel “Peterpan” meski tampil di ujung cerita, menjadi semacam gong. Suka atau tidak suka, aksi Ariel memang paling ditunggu. Pesonanya sebagai seorang bintang lengkap dengan ketenarannya, memberi bobot pada penampilan pertamanya kali ini…”

Website resmi film Sang Pemimpi ada di filmsangpemimpi.com. Apakah film ini akan sesukses pendahulunya? Kita lihat saja nanti.

Selamat Menonton

This entry was posted in review and tagged . Bookmark the permalink.

53 Responses to Film Sang Pemimpi

  1. udienroy says:

    Pertamanya dulu

  2. udienroy says:

    Ke duanya juga ah sekalian

  3. udienroy says:

    Wah film ini memang top cer. Aku suka sama lagu soundtreck nya
    Mas bisa nyanyi soundtrecknya gak? :D

  4. udienroy says:

    Websitenya kosong mas gak ada isinya

  5. dicky adiyat says:

    patut di tonton nih….
    mudah-mudahan menjadi inspirasi ;)

  6. k4u says:

    pengen nonton hikzzzz

  7. Khaidirmuhaj says:

    Tunggu tgl mainnya…

  8. Ariff says:

    wah, jd pengen ntn ni pilm :D

  9. SatRiow says:

    Bkalan sukzes,
    nich philem!!!

  10. Hary4n4 says:

    Aku suka dg pesan2 moralnya..
    Moga menjadi film yg menarik dan layak utk ditonton…
    Salam…

  11. Fadhl Ihsan says:

    Bukan nanya harga tiket tp… Knp y mas klo aku mau lihat artikel di blogku dgn nulis alamat (misal) http://alfikru.co.nr/kekuatan-tersembunyi-petir koq tdk bisa masuk, yg muncul: MAAF KESALAHAN 404-HALAMAN TIDAK DITEMUKAN! Pdhl judul artikelnya sdh bener loh..
    Tapi utk blogku yg lain kalo aku masukin alamat model gituan kok bisa lancar-lancar saja… Gmn tu maz solusinya? Makasi bangets..

  12. bee says:

    baru sang pemimpi aja dah bikin heboh…Hmmm bijimana kalo dah bangun tuh…LOL

  13. dasir says:

    Saya adalah pembaca novelnya dan saya jg ingin mnjd penontonnya.
    Mas, mhn dukungan dilink dasir ini. Trmksh. Salam

  14. Masgats says:

    Pagi Mas Dar, maaf keluar jalur tolong dikupas Hek workshop ya… Mas. Cara2 menggunakannya biar bisa menambah atau mengurangi apa harus digabung dgn yg lain misal winrar. Maturnuwun Mas.

  15. topan says:

    Jaman sekarang tidak ada lagi film Indonesia yang bisa menandingi AADC.
    Hahaha.. :grin:

  16. sy juga punya impian mas….”waktu di dunia kaya raya, kalau mati masuk surga”…..mas…link sy ko’ ada di dalam menu ” SOBAT”..???

  17. Justru saya pengen liat aktingnya Ariel, coz dia bagus di nyanyi tapi ngga tau juga kalu maen film………

  18. Siwen says:

    Numpang lewat ah..

  19. dreamfrog says:

    belum liat filmnya udah tertarik duluan.
    sayangnya udah punya bukunya seh
    jadi liat filmnya jadi gak sreg
    udah tau akhirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>