Film Sang Pemimpi
14 Desember 2009
Lanjutan film Laskar Pelangi yang menuai sukses beberapa waktu lalu akan segera dirilis. Sekuel bertitle Sang Pemimpi akan ditayangkan mulai Kamis, 17 Desember 2009. Sejak hari Sabtu kemarin (12/12) beberapa bioskop 21 juga telah membuka tiket boxnya untuk pemutaran tanggal 17-20 Desember.
Berikut ini reviewnya diambil dari Kompas Entertaiment.

“Kalau kita tak punya mimpi, orang-orang seperti kita akan mati, Kal!”
Manggar 1985. Ucapan itu terlontar dari seorang anak yatim piatu dari kampung miskin di Belitong, Kepulauan Bangka Belitung, sana. Arai (Ahmad Syafullah), anak remaja itu, adalah anak istimewa. Dialah sang pemimpi. Ketika kemiskinan menjadi napas kehidupannya, tekad Arai tak pernah redup. Ia menjadi cahaya, ketika Ikal saudara angkat yang juga sahabat barunya, kehilangan mimpi, tatkala dibenturkan pada peristiwa-peristiwa nyata: kemiskinan.
Tapi itulah hebatnya Arai. Ia selalu punya mimpi yang menggelora dan tak terbendung. Ya, mimpi seorang anak Belitong, yang bercita-cita menginjakkan kakinya di kota ilmu. Sorbonne, Perancis.
Kota inilah yang terus menari-nari dalam benak mereka, menyalakan semangat Arai dan juga Ikal.

Tapi lihatlah kini. Impian itu seolah jadi bualan bagi Ikal dewasa (Lukman Sardi). Kalender menunjukkan tahun 1999. Ikal malah terdampar di sebuah rumah kosan sempit, di kawasan kampung yang padat di Bogor, Jawa Barat. Ia menjalani hari-harinya seorang diri. Tak ada Arai juga mimpi-mimpi itu.
Selepas lulus menjadi sarjana ekonomi di UI, Ikal malah terperosok menjadi pegawai di kantor pos. Padahal, inilah pekerjaan yang sangat dibencinya.
Peristiwa masa lalu yang menyakitkan, melahirkan kebencian itu. Ayahnya, Seman Saidi Harun (Mathias Muchus), dipromosikan untuk naik jabatan, setelah belasan tahun mengabdi di PN Timah. Kabar itu begitu menggembirakan Ikal dan ibunya (Rieke Dyah Pitaloka).
Pada sebuah hari yang dinanti itu, semua pegawai yang mendapatkan promosi jabatan berkumpul di ruang pertemuan. Menerima surat yang telah dikirim melalui kantor pos. Ikal hadir menemani ayahnya.
Satu per satu nama mereka disebut sesuai urutan abjad.
Sial, hingga abjad terakhir nama Saidi tak disebut-sebut. Saidi kecewa dan perasaan Ikal begitu terluka. Belakangan diketahui ternyata surat promosi pengangkatan ayahnya itu nyasar ke alamat orang.
Kisah inilah yang kembali menggelitik ingatan Ikal dewasa. Sebuah kenangan lama kembali muncul di ruang kamar kosannya yang lusuh. Ia mengumpat Arai yang terlalu membuainya dengan mimpi-mimpi dan kini dia malah hilang entah ke mana. Tapi di balik itu, Ikal begitu mengaguminya.

Ingatannya meloncat mengenang kembali pertemuan pertamanya dengan Arai dan Jimbron. Mereka tumbuh bersama menjalani masa remaja—yang kata Raja Dangdut Rhoma Irama—begitu berapi-api.
Menjalani hari-hari sebagai siswa SMA Negeri di Manggar, ibu kota Belitung Timur. Selepas itu, mereka bekerja demi mengumpulkan uang untuk bekal sekolah ke Jakarta, kemudian menggapai mimpi mereka bersekolah di Sorbonne. Bagi Ikal, masa inilah yang menjadi tonggak hidupnya. Ia bersyukur dipertemukan dua sahabat yang luar biasa, terlebih Arai.
Di mata Ikal, Arai adalah anak yang tangguh. Meski kadang suka bikin ulah, ia adalah sosok pribadi yang menyenangkan. Ia bisa menyulap sesuatu yang busuk menjadi lebih menyenangkan.
Di Manggar, kisah itu terasa begitu indah. Perjalanan menuju masa remaja menjadi hidup yang menyenangkan. Ada cinta, persahabatan, petualangan juga proses pencarian jati diri.
Deretan kisah inilah yang menjadi benang merah dari film Sang Pemimpi, sekuel dari film Laskar Pelangi yang kisahnya diangkat dari novel karya Andrea Hirata dan difilmkan kembali oleh sutradara Riri Riza.

Jika di film sebelumnya, Laskar Pelangi menyisipkan kisah cinta monyet Ikal, kali ini bumbu asmara itu ditempatkan pada tokoh Arai. Ia terpikat teman wanita sekelasnya, Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda). Atau juga, kisah Jimbron yang jatuh hati pada Nurmi, gadis pembuat cingcau, yang kehilangan keceriaannya setelah menjadi yatim piatu. Sementara Ikal terpesona dengan bintang film seksi dari sebuah baliho yang bakal diputar di bioskop Manggar.
Sang Pemimpi, film yang menandainya hajatan Jakarta International Film Festival (JIFFest) 2009, juga menyisipkan sebuah pesan moral yang dalam tentang kerukunan dan tolerasi beragama.
Gambaran inilah kuat tecermin dalam adegan saat pendeta Geovanny, orang tua asuh Jimbron, menginginkan Jimbron menjalani keyakinannya sebagai anak Muslim yang taat. Pendeta Geovanny-lah yang mengantar Jimbron saat belajar ngaji di di bawah bimbingan Teikong Hamim.
Sungguh kisah yang dahsyat. Salman Aristo kembali dipercaya meramu novel Andrea Hirata, dibantu Riri dan Mira. Arai menjadi tokoh sentral. Meski, banyak tokoh lainnya yang juga diberi porsi yang begitu menonjol. Mereka adalah orang-orang yang memberi energi terhadap tokoh Arai dan Ikal.
Mathias Muchus, yang memerankan ayah Ikal, mendapat takaran lumayan besar. Ini untuk memberi penekan bahwa di balik kesuksesan Ikal, ada sosok ayah yang begitu gigih menjadikan anaknya tangguh dan menghargai hidup. Akting Mathias Muchus benar-benar memberi energi pada film Sang Pemimpi.
Acungan jempol juga pantas diberikan kepada penyair dan aktor Landung Simatupang. Aktingnya begitu mumpuni kala memerankan tokoh Pak Mustar, kepala sekolah yang berwibawa, tegas, meski terkesan sangar dan killer. Begitu pula dengan Nugie, penyanyi yang dipercaya memerankan tokoh guru bernama Balia.

Ariel “Peterpan” meski tampil di ujung cerita, menjadi semacam gong. Suka atau tidak suka, aksi Ariel memang paling ditunggu. Pesonanya sebagai seorang bintang lengkap dengan ketenarannya, memberi bobot pada penampilan pertamanya kali ini…”
Website resmi film Sang Pemimpi ada di filmsangpemimpi.com. Apakah film ini akan sesukses pendahulunya? Kita lihat saja nanti.
Selamat Menonton
Entry Filed under: review. Tag: sang pemimpi.
52 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
udienroy | 14 Desember 2009 at 12:42
Pertamanya dulu
2.
html1155 | 15 Desember 2009 at 9:30
Numpang Mejeng yang Pertamaaxxxx…..
3.
personal blog | 16 Desember 2009 at 12:22
saya ga tamat baca bukunya. Mending nonton aja ya
4.
kacahati | 17 Desember 2009 at 13:40
saling membalas…
5.
udienroy | 14 Desember 2009 at 12:43
Ke duanya juga ah sekalian
6.
html1155 | 15 Desember 2009 at 9:33
mejeng lagi yahh….
Piss
7.
udienroy | 14 Desember 2009 at 12:46
Wah film ini memang top cer. Aku suka sama lagu soundtreck nya
Mas bisa nyanyi soundtrecknya gak?
8.
udienroy | 14 Desember 2009 at 12:50
Websitenya kosong mas gak ada isinya
9.
dicky adiyat | 14 Desember 2009 at 14:56
patut di tonton nih….
mudah-mudahan menjadi inspirasi
10.
k4u | 14 Desember 2009 at 17:09
pengen nonton hikzzzz
11.
Khaidirmuhaj | 14 Desember 2009 at 17:26
Tunggu tgl mainnya…
12.
Ariff | 14 Desember 2009 at 17:59
wah, jd pengen ntn ni pilm
13.
SatRiow | 14 Desember 2009 at 20:28
Bkalan sukzes,
nich philem!!!
14.
Hary4n4 | 14 Desember 2009 at 20:47
Aku suka dg pesan2 moralnya..
Moga menjadi film yg menarik dan layak utk ditonton…
Salam…
15.
Fadhl Ihsan | 15 Desember 2009 at 6:00
Bukan nanya harga tiket tp… Knp y mas klo aku mau lihat artikel di blogku dgn nulis alamat (misal) http://alfikru.co.nr/kekuatan-tersembunyi-petir koq tdk bisa masuk, yg muncul: MAAF KESALAHAN 404-HALAMAN TIDAK DITEMUKAN! Pdhl judul artikelnya sdh bener loh..
Tapi utk blogku yg lain kalo aku masukin alamat model gituan kok bisa lancar-lancar saja… Gmn tu maz solusinya? Makasi bangets..
16.
Darmawan | 18 Desember 2009 at 20:48
kalau co.nr hanya bisa alamat depannya mas, jd tidak bisa panjang seperti di co.cc
17.
bee | 15 Desember 2009 at 8:18
baru sang pemimpi aja dah bikin heboh…Hmmm bijimana kalo dah bangun tuh…LOL
18.
dasir | 15 Desember 2009 at 10:29
Saya adalah pembaca novelnya dan saya jg ingin mnjd penontonnya.
Mas, mhn dukungan dilink dasir ini. Trmksh. Salam
19.
Masgats | 15 Desember 2009 at 10:58
Pagi Mas Dar, maaf keluar jalur tolong dikupas Hek workshop ya… Mas. Cara2 menggunakannya biar bisa menambah atau mengurangi apa harus digabung dgn yg lain misal winrar. Maturnuwun Mas.
20.
Darmawan | 18 Desember 2009 at 20:45
itu aplikasi apa mas, yg hex editor bukan ya
21.
topan | 15 Desember 2009 at 12:48
Jaman sekarang tidak ada lagi film Indonesia yang bisa menandingi AADC.
Hahaha..
22.
edit foto n video | 15 Desember 2009 at 12:50
sy juga punya impian mas….”waktu di dunia kaya raya, kalau mati masuk surga”…..mas…link sy ko’ ada di dalam menu ” SOBAT”..???
23.
Darmawan | 18 Desember 2009 at 20:43
hehe aku br keluar kota mas, blm sempat update2 link. besok pasti kutambahkan
24.
Phone Repairing | 15 Desember 2009 at 15:22
Justru saya pengen liat aktingnya Ariel, coz dia bagus di nyanyi tapi ngga tau juga kalu maen film………
25.
Siwen | 15 Desember 2009 at 17:18
Numpang lewat ah..
26.
dreamfrog | 15 Desember 2009 at 18:34
belum liat filmnya udah tertarik duluan.
sayangnya udah punya bukunya seh
jadi liat filmnya jadi gak sreg
udah tau akhirnya.
27.
SDN CITANGKIL | 15 Desember 2009 at 20:45
Mantap info na
28.
rohmanS | 16 Desember 2009 at 2:18
pasti ga sebagus novelnya kyk laskar pelangi kemarin
29.
nadya bella | 16 Desember 2009 at 14:26
wah aku pingin lihat nih apa ada kasetnya kalau ada kapan terbitnya?
30.
Darmawan | 18 Desember 2009 at 20:25
belum ada, br ada di bioskop skrg, biasanya 6 bulanan br keluar kasetnya
31.
eNHa Farm | 16 Desember 2009 at 17:38
Biasanya yg di film gak 100% sesuai imajinasi yg tiimbul saat baca Novelnya. Semoga saja tetap memikat… Belom berani komentar, kan belum nonton filmnya
http://lintahindonesia.wordpress.com/
32.
SDN CITANGKIL | 16 Desember 2009 at 21:59
Lam kenal..
33.
Darmawan | 18 Desember 2009 at 20:21
salam kenal kembali
34.
mawa | 17 Desember 2009 at 12:19
gd luck zz de…
35.
DeMon | 17 Desember 2009 at 16:48
Yup..ud nnton hr ini..scr kslrhn bgus,byk psn moralny..cm pas adegan dluar negri: bner ga ya tuh setingny dbelgia asli,hehe..oh iya,bt jilid 3 (edensor),siap2..arai & ikal bkl jd backpacker d eropa,trus bt jilid 4 (maryamah karpov),d film sang pemimpi ini klo klian jeli,akan ada skilas sosok siapa itu maryamah karpov.Oc,cpetan nnton yee!!
36.
slevin06: ISU HANTU POCONG DI BOGOR, Hiy sereem! | 17 Desember 2009 at 17:45
wah ra ndek duit je..
37.
Hari Mulya | 18 Desember 2009 at 9:37
bukunya udah habis ku babat..
sekarang tinggaL fiLmnya kuLumat…
38.
Fadhl Ihsan | 18 Desember 2009 at 17:32
Mas Dar lagi bobok atau lagi ngantri tiket, koq blom muncul di sini?????????!!!
39.
Darmawan | 18 Desember 2009 at 20:10
lg keluar kota kmrin mas, jd belum buka2 blog. skrg sudah pulang dan lg mau antri liat filmnya hehe
40.
ALHIJR ADWITITA | 20 Desember 2009 at 22:49
okey,,HARUS NONTON TUH..MAKASIH MAS DARMAWAN
41.
Azhari Mayondhika | 21 Desember 2009 at 14:30
Wah, saya belum sempat nonton masih ujian . Hiks. :’(
Mau Refreshing baca aja:
http://azharimd.wordpress.com/2009/12/17/tukijo-dan-sekolah-sihir-strawgoh/
42.
Annanufikha@yahoo.com | 30 Desember 2009 at 14:06
sama gw juga belum ,, nunggu CD nya muncul …………..
43.
waWoook | 3 Januari 2010 at 15:37
bos…ada yang pnya Linknya “sang pemimpi”…???BAGI dun bos…
44.
Darmawan | 4 Januari 2010 at 8:06
blm ada vcdnya
45.
muchlis mukhtar | 8 Januari 2010 at 23:37
Apa pun ceritanya, film menjual anak remaja yang gigih dari desa sukses.Dan Riri dan Mira, berhasil menjelaskan -gambar itu.Kita mesti lebih mengambil kisah itu, desa dan isinya tentang anak muda yang menaklukan dunia.Hm, bagus.
46.
gehenx | 12 Februari 2010 at 3:09
mejeng ah di sini….

Nunggu link download….
47.
FAJRI | 13 Februari 2010 at 22:52
sy Preseiden BEM STAI As’adiyah Sengkang, mw mengadakan Bedah Film Sang Pemimpi,,,, klw mw dapat filmx gmn caranya? mhn bantuannya!
48.
Darmawan | 14 Februari 2010 at 19:20
coba menghubungi pembuatnya, kalau websitenya di filmsangpemimpi.com
49.
iik | 17 Februari 2010 at 5:42
kapan sang pemimpi bisa di download
50.
Darmawan | 18 Februari 2010 at 19:38
belum keluar dvdnya
51.
deo | 9 Maret 2010 at 12:27
aq udah nonton filmnya….
wahhh…film nya bgus bgt…
top daahh….^_^
52.
Aries sasstranesia | 16 Juli 2010 at 2:14
di antara : karya andera girata :laskar pelang, sang pemimpi, enderson dam mariam karpov… saya suka sekali dengan sang pemimpi………… dah hampir 3 kali saya baca novel SANG PEMIMPI TOP bangat……… tapi saya belum nonton FILM NYA.. hehehe