Review Film: Transformer 2 – Revenge Of The Fallen
29 Juni 2009
Kota Shanghai China dilanda kebocoran gas dan seluruh penduduk harus diungsikan. Namun sebenarnya yang terjadi bukanlah kebocoran gas melainkan adanya robot Decepticons yang mengacau. Autobot yang bekerjasama dengan militer Amerika datang memerangi robot Decepticons. Dimana akhirnya robot pengacau kalah dan salah satunya mengungkapkan bahwa The Fallen akan kembali.

Sam Witwicky (Shia LaBeouf) sedang ditelepon kekasihnya yang bernama Mikaela Banes (Megan Fox) ketika tidak sengaja menemukan pecahan kubus Allspark. Pecahan tersebut kemudian jatuh ke dapur dan menyebabkan alat2 rumah tangga berubah menjadi robot. Sam dan ayahnya diserang oleh robot-robot tadi. Mereka terdesak dan akhirnya dibantu oleh Bumblebee dimana alhasil seluruh rumah hancur berantakan. Informasi yang ada di pecahan Allspark ternyata berpindah ke otak Sam yang menyebabkan selalu muncul kode-kode aneh di pikirannya.

Rongsokan Megatron yang dulu dibunuh Optimus dihidupkan kembali oleh Skorpinox di bawah laut. Megatron kemudian kembali ke planet Cybertron dan bertemu The Fallen. The Fallen mengetahui bahwa informasi yang ada di Allspark telah berpindah ke Sam dan memerintahkan pengejaran terhadapnya. Disinilah kisah kejar-kejaran antara Decepticons dengan Sam, Mikaela serta teman satu asramanya Leo (Ramon Rodriguez) yang dilindungi Autobot dimulai. Dimana Sam juga berusaha untuk memecahkan kode-kode yang ada dikepalanya dengan bantuan Simmons (John Turturro) mantan agen sektor 7.

Transformer : Revenge Of The Fallen lebih banyak mengandalkan kehebatan teknik visual efek terutama detail robot yang terlihat jelas meski dalam adegan lambat. Banyak sekali robot yang ditampilkan, dari yang mini sampai super besar, bahkan robot model Terminator juga ada. Dimana bentuknya berupa gadis cantik dan seksi. Sayangnya robot Autobot yang diekpose hanyalah Optimus, Bumblebee serta 2 robot kembar yang agak idiot – Skid dan Mudflap. Perkelahian antar robot banyak berlangsung dalam adegan cepat dan berputar sehingga kadang agak memusingkan.

Saat Deceptions menyerang kota dengan bola-bola api mirip dengan adegan di Armagedon dimana terjadi hujan meteorit. Orang-orang memandang keatas kemudian bola api menabrak menara dan rubuh kebawah. Sedangkan saat kapal perang tenggelam ke dalam laut mirip dengan di film Pearl Harbour. Mungkin sang sutradara – Michael Bay, ingin mengulang kehebatan adegan di film terdahulunya.

Adegan konyol dan haru juga mewarnai film ini saat Bumblebee menangis karena ditinggal Sam untuk kuliah. Robot bisa menangis? Mungkin air radiatornya yg keluar hehe. Momenta haru lain adalah saat Mikaela menangis karena Sam terkena bom. Ada adegan tangan Sam diperban, sebenarnya itu karena luka beneran. Shia LaBeouf mengalami kecelakaan mobil tapi diluar shoting. Sehingga ada kisah yang diubah. Kalau dilihat seksama jari tangannya ada yang digips.

Walau visual efeknya cukup mumpuni namun cerita yang diusung kurang menggigit. Karakter Mikaela juga tidak begitu banyak berperan, seperti hanya sebagai pelengkap dengan gincu yang terlalu merah dan mengekploitasi keseksiannya. Bagian akhir juga menggantung dan tidak begitu mengelegar. The Fallen sangat mudah dikalahkan oleh Optimus dalam pertempuran di Piramida Giza.
Transformer: Revenge Of The Fallen mulai diputar di Indonesia tanggal 24 Juni 2009. Dimana sampai pemutaran tanggal 28 Juni 2009 masih dijejali oleh penonton.
Durasinya cukup panjang yaitu sekitar 147 menit. Selain dibuat dalam versi biasa, Transformer 2 juga dibuat dalam format IMAX, dimana Optimus akan ditampilkan dalam ukuran sebenarnya. Ruang hardisk yang dibutuhkan untuk pembuatan 3D robot (CGI) ternyata sangat besar yaitu sekitar 140 terabyte. Sedangkan tiap frame CGI di format IMAX membutuhkan 72 jam untuk merendernya. Mobil yang digunakan sebagian besar adalah buatan General Motors.
Transformer: Revenge Of The Fallen sangat bagus dan menghibur dengan rentetan action yang memukau sepanjang film walau dengan kekurangan jalan cerita yang kurang sip serta durasi yang sangat panjang. Saya memberi nilai 3,5 untuk 5 bintang.

(Andai ada Transformer Indonesia bentuknya pasti kayak diatas. Taksi-bot dan Trans-bot hehe)
Sebenarnya film ini ditujukan untuk PG-13 atau 13 tahun keatas (kalau di Indonesia rate-nya adalah remaja) sehingga tidak cocok untuk anak-anak SD atau dibawahnya karena mengandung kekerasan serta adegan seksi. Jadi jika ingin mengajak anak/keponakan Anda yang masih dibawah umur untuk menonton, lebih baik film Garuda di Dadaku, King atau yang akan tayang Ice Age 3 dan Up.
Baru kali ini juga saat nonton bioskop, iklan sebelum film adalah kampanye capres dengan durasi yang lumayan panjang
Selamat Menonton
Entry Filed under: darmawan, review. Tag: Review Film, transformer 2.
49 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed





1.
wahyu27 | 29 Juni 2009 at 0:41
duh..
gak bs nonton, dikotaQ blm ada bioskop.. hiks !
2.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 0:45
dunlud bajakannya saja, tp gambarnya kurang sip
3.
wahyu27 | 29 Juni 2009 at 0:52
kurang puas Mas, gambarnya buram2, gak seru !
ntar deh cari DVD bajakan tp gambarnya Original.. hehehe
4.
sandrinov | 29 Juni 2009 at 3:59
wah,, biz baca review dr mas dar jd ragu mw nton pilm’y..
tp lbh baek nton dlu,, br menilai,, yoyoy gag mas dar??
5.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 10:23
nonton saja, mantab ledakan2nya dan perang robotnya. bagus untuk film action. kalau cerita tidak terlalu masalah sebenarnya, kalau yg dicari actionnya.
6.
genikz | 29 Juni 2009 at 6:39
(nikz)
kayaknya harus nunggu di channel HBO. oh iya mas, transformers iklan motor bajaj dibuat pakai software apa ya?
7.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 10:21
biasanya memakai software2 3d kayak 3dmax, maya. tp sepertinya ada juga software khusus cgi. kayak wall-e dl memakai pc dan software khusus buatan sebuah vendor.
8.
genikz | 29 Juni 2009 at 10:30
(nikz)
aku pernah dengar namanya blender. bagus gak sih mas?
9.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 10:36
blender lebih simple, software gratis kayaknya
10.
ierone | 29 Juni 2009 at 6:44
thx reviewnya.
hoho, di rumah q belum ada bioskop juga
11.
deeriee | 29 Juni 2009 at 9:12
payah, bioskop kota gw terlalu jadul
12.
wiyono | 29 Juni 2009 at 9:35
kini aku datang… entah sudah berapa kalinya, sejujurnya saya adalalh pengamat blog dan ternyata blog anda memang sangat luar biasa, posting yang sederhana, bahasanya lugas dan tegas, informasi yang kau berikan sangat dibutuhkan oleh orang banyak, teruslah berkarya bro aku sangat mendukung blog seperti ini… o iya jangan lupa comment back dan follow ya
kok link ku gak ada di sini ya he he he he
kalau pasang link blog ku, jangan lupa anchor textnya menggunakan nama WIYONO
pengamat blog pinggiran jakarta
13.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 10:11
linknya apa mas blognya
14.
tiara | 29 Juni 2009 at 9:37
wah mantab sekali bro ini
15.
bill gatek | 29 Juni 2009 at 9:50
aku nunggu yg dvd oiginalnya aja ah, tp dvd tentang Megan Fox yg original
16.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 10:11
hehe khusus tentang megan fox saja
17.
WAWAN H | 29 Juni 2009 at 10:06
mas kpan ath kluar filmny?
18.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 10:10
sudah keluar mas, 24 juni lalu
19.
genikz | 29 Juni 2009 at 10:29
(nikz)
namanya juga review, berarti udah keluar. kalau belum, namanya preview.
20.
iwa ke | 29 Juni 2009 at 13:58
aduh bro… hasil donlodan gambar nya burem audio nya juga ga barengan ma visual nya… !!
21.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 20:07
iya bajakannya kurang sip, kalau sudah kualitas r5 yg bagus. cam masih ala kadarnya
22.
ryan | 29 Juni 2009 at 13:51
asli mesir juga kan mas, hehe,, biskop rada jauh, jadi belum sempat nonton
23.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 20:16
sama asli mesir satunya agak beda. bedanya yg ini piramidnya dihancurin hehe
24.
setsuna | 29 Juni 2009 at 13:53
cari dvd rip nya aja…kemarin aku uda donlot…total 2,4 gb…partial zip,6 part.kualitas ok
25.
djoephans | 29 Juni 2009 at 15:20
Cari dimana tuh? Bagi-bagi link nya dunk…
26.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 20:05
di indowebster.com kemudian serach transformer 2, ukurannya 800an mega, sayangnya tidak full. sampai selesai tp tidak penuh sampai akhir.
27.
Taufik adi s | 30 Juni 2009 at 8:23
Di indowebster itu juga ukurannya 2,4gb & 6 part?
28.
Darmawan | 30 Juni 2009 at 12:38
yg ini 900mega http://www.indowebster.com/Transformers_2__1.html kualitasnya cam dan soundnya agak telat.
29.
Taufik adi s | 30 Juni 2009 at 13:35
file yang lain gag ada mas???
30.
Darmawan | 30 Juni 2009 at 20:17
belum ada mas,
31.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 20:08
kualitas gambarnya bagaimana, jangan2 transformer 1
32.
hasrul | 29 Juni 2009 at 14:09
Wah sepertinya bagus nie…
sayang tidak bisa liat aku…
33.
darma | 29 Juni 2009 at 14:36
kaset bajakannya kapan dirilis mas? he2….
mas dar, gmn caranya pasang info tekno di blogspot kyk dblognya mas?
34.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 20:07
kalau yg kualitas ori biasanya setengah tahun sampai 1 tahunan lagi. pakai rss feed, ditambahkan gadget yg rss.
35.
ian | 29 Juni 2009 at 15:15
sayang ditempat saia gak ada bioskop
36.
ary | 29 Juni 2009 at 20:46
yup, setuju bgt tuch…adegan licunya lmyn jg…ga sia2 deh beli tiket ngantri desek2n dr jam 8.30 mskipun dptny midnight, 00.15 bru main..ga pa2 dech,…alhasil..seruuu! bikin ga ngantuk..
37.
darma | 29 Juni 2009 at 21:59
Mksdny gmn tuh mas?mhon Ajarin langkah2ny ?
38.
Darmawan | 29 Juni 2009 at 22:32
di blogspot buka bagian layout kemudia add gadget – pilih rss feed dan masukkan alamat : http://pipes.yahoo.com/pipes/pipe.run?_id=giGRATkL3hGpO_oMBhNMsA&_render=rss kemudian simpan
39.
darma | 30 Juni 2009 at 8:30
thanks mas dar, aku dah bisa…
dpt almt yg td drmn mas?
40.
Darmawan | 30 Juni 2009 at 12:32
itu aku bikin sendiri, memakai yahoo pipes
41.
milo | 30 Juni 2009 at 21:21
bener bro,,jadi agak kecewa,setelah lama ditunggu sekuelnya malah lebih jelek,ceritanya sama sekali ga asik,,terlalu banyak adegan pukul2an robot,meski harus diakui animasinya mantap,,tapi film ini lebih condong hanya memberi kenikmatan visual.. Nice Review Anyway
42.
unicut | 2 Juli 2009 at 20:55
transformer memang oks banget, tapi aku lebih suka film goggle v n gaban, buat yg kelahiran akhir 70an or awal 80an pasti inget nih film, kangen deh, tapi koq gak difilmkan ya..??
43.
unicut | 2 Juli 2009 at 21:33
mas, ijin pake link yg di no.38 ya..? mas gimana cara download video dari youtube ya??? aku pake firefox n google chrome. mohon penjelasan yg agak rinci. thx
44.
Darmawan | 2 Juli 2009 at 22:17
buka halaman video yg akan didownload, kemudian copy alamatnya. buka keepvid.com pastekan. klik download
45.
cindua | 3 Juli 2009 at 10:43
hwaaa..akhirnya nonton juga..di shaf paling depan pula. Lumayan klenger
46.
Darmawan | 3 Juli 2009 at 23:04
megan fox jadi serasa raksasa ya hehe
47.
cindua | 4 Juli 2009 at 9:29
iyaa…detil robotnya jd ga tlalu jelas
48. Ada Transformer di Malang « ZoeL | 23 Juli 2009 at 22:14
[...] Rodriguez), bersama Bumblebee, Skid dan Mudflap, serta Optimus, dengan dibantu militer Amerika berperang melawan Decepticons yang ingin “mengambil” [...]
49.
mic | 6 Mei 2010 at 13:02
klo bli bjakan ny bukan gambar ny sja yg buram tp suara ny juga g’ yahuud???